Kunjungan Kerja Ke luar Negeri Ala DPR

Kunjungan kerja demi berwisata dprBukan rahasia lagi jika Anggota Dewan Terhormat DPR RI, terkenal suka menghambur-hamburkan uang negara, dan merupakan hal yang lumrah. dari tahun ke tahun budaya manja pada setiap badan tTertinggi Negara ini, selalu tampak dan di angkat menjadi isu di masyarakat, namun setiap kritik diabaikan begirtu sajja dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

Budaya manja? ya saya katakan begitu karena, mereka sangat manja, karena merasa orang yang berjasa dalam setiap pengambilan keputusan di negara ini, sebagai bukti, permintaan fasilitas yang berlebihan seperti meminta ganti mobil operasional dengan mobil mewah, meminta fasilitas laptop mewah seharga puluhan juta, meminta ruang kerja super mewah dengan alasan demi kinerja, meminta kue kue yang enak saat sidang dan lain-lain, belum lagi fasilitas fasilitas lain yang mengada-ada.

Pokoknya permintaan mereka tidak sebanding dengan hasil kerja mereka yang tidak pernah kunjung selesai, mereka sudah lupa bahwa mereka duduk di kursi DPR atas dasar kepedulian terhadap kepentingan rakyat, dan sekarang justeru berbalik untuk kepentingan mereka pribadi.

Kunjungan Kerja DPR ke Luar Negeri Sambil Berwisata

Tingkah polah anggota DPR kembali menuai kritik. Kali ini soal kunjungan kerja ke luar negeri alias kunker sambil berwisata. Bukan apa-apa, selain soal kunker yang memakai uang negara, wisata jalan-jalan ini membuat miris. Uang negara dipakai.

Anggota DPR tertidur saat sidang

Lihat saja, kerja mereka tidak becus, tertidur saat rapat digelar, tapi giliran jalan jalan ke luar negeri mereka semua kembali segar bugar

Kali ini kelakuan anggota DPR yang aneh dan menuai kritik adalah soal Kunjungan Kerja Sambil wisata. Kita semua tahu kunjungan kerja ke luar negeri adalah memakai uang negara, ironisnya mereka meluangkan waktu lebih untuk berwisata alias jalan-jalan santai-santai dengan memakai uang negara juga.

yang lebih mengerikan lagi, kunjungan kerja hanya perlu 1 hari tapi diagendakan selama 3 hari, pluas didalamnya waktu wisata alias jalan jalan keliling tempat wista, dan semua itu memakai anggaran uang negara.

Di masa reses ini, sejumlah komisi di DPR beralasan melakukan kunker ke luar negeri. Salah satunya yakni Komisi I DPR yang mengunjungi 4 negara selama reses, yakni Jerman, Polandia, Afrika Selatan, dan Ceko. Disela-sela kunjungan kerja ke luar negeri tersebut, anggota Komisi I DPR sempat berwisata dan berbelanja souvenir.

Selama ini DPR selalu berjuang atas nama rakyat. Patut dicatat, berapa anggaran yang dikeluarkan anggota dewan yang terhormat itu kemudian dibandingkan dengan kehidupan sehari-hari pemilihnya.

Sebelumnya, soal wisata di tengah kunjungan ini dimaklumi pimpinan DPR. Anggota DPR tak dilarang menyempatkan berwisata selama kunjungan kerja ke luar negeri. Asalkantidak menganggu tugas anggota DPR.

Yang penting tugas utama di utamakan, diluar tuga itu urusan pribadi, kata Marzuki Ali, ketua DPR. Kenyataannya kunjungan kerja hanya memakan waktu 1 bahkan setengah hari selanjutnya mereka habiskan untuk bersenang senang yang sudah termasuk dalam anggaran kunker bukan anggaran pribadi.

Mereka bersenang senang di atas penderitaan rakyat indonesia, yang masih banyak kelaparan, busung lapar, anak putus sekolah, harga bahan pokok melambung tinggi…dan lain-lain.

Kesimpulannya Kunjungan kerja atau studi banding yang mereka lakukan ke luar negeri adalah akal akalan belaka sebagai modus untuk jalan jalan gratis serta mendapat uang saku jalan jalan  keluar negeri.

Lihat saja ini, Komisi X yang membawahi olahraga, dan pariwisata, misalnya kedapatan berfoto-foto dan membeli tiket pertandingan Real Madrid di ke Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol.

Lalu studi banding Komisi VIII ke Australia. Mereka hendak melakukan studi banding ke parlemen Australia, padahal parlemen di Negeri Kanguru itu sedang reses. Konyolnya lagi anggota DPR sempat membohongi mahasiswa Indonesia di sana soal email resmi Komisi VIII beralamat di komisi8@yahoo.com.

Mengapa menjadi tujuan mereka jadi anggota DPR sekarang bebrbalik untuk misi kesenangan diri sendiri, PAMRIH, untunk kepentingan bisnis semata dan lain-lain.

Kasihan rakyat mereka di bodohi para oknum yang tidak bertanggung jawab ini

You might also like: